Concerto
Gw inget kemarin… Terjadi sebuah perdebatan cukup sengit tentang “concerto” ini. Ceritanya begini, anak2 ISO (ITB Student Orchestra) pingin bikin konser bertajuk “Concerto in G10″. Maknanya bagus, kalo biasanya kita denger Concerto in Dminor, Concerto in A minor, sekarang kita mendengar yang namanya Concerto in G 10, alias Ganesha 10, tempat dimana kampus gajah duduk steht… Jadi ini adalah konser yang melibatkan semua potensi yg ada di bangunan yang bertempat di Jalan Ganesha no 10 ini…
Tapi, selidik punya selidik, ternyata di dalam materi konser gak ada komponen concerto yang dimasukin.. Concerto itu sebuah karya dimana di dalam karya itu ada satu alat musik yang bertindak sebagai solo di bagian tertentu. Ketika aku mengusulkan untuk diubah temanya, ada denial yg cukup kuat. Begitu pula dengan usul untuk modifikasi content.
Sebetulnya bagaimana sih pengertian concerto? Concerto (bahasa Itali) diartikan sebagai “konser” dan “keterampilan”. Keterampilan di sini adalah keterampilan musik yang ditunjukkan dengan satu bagian solo dari satu alat musik. Jadi terminologi keterampilan ini sangat jelas dan tidak bisa dimodifikasi, yaitu performance karya dengan bagian solo salah satu alat musik. Tidak bisa kita menggunakan kata concerto untuk menerangkan keterampilan di bidang lain, karena terminologi ini sangat spesifik, kecuali untuk tujuan fancy tentunya. Jadi kalo ada yang berpendapat, “boleh dong kita bilang concerto merajut”, secara word for word memang bisa diterima, tapi makna kontekstualnya nggak tepat (Inget pelajaran linguistik?). Ya, sebuah kata bisa saja sudah memilki makna kontekstual yang spesifik untuk bidang tertentu (ini berkaitan lagi dengan sosio-kultural masyarakat).
Jadi, ketika menggunakan kata concerto, dipadukan dengan preposisi “in”, otomatis maknanya akan menjadi performance musik dengan bagian solo itu. Sama halnya ketika kita bilang “bisa naik sepeda” dan “bisa ular”. Ketika kita menyandingkan kata “bisa” dengan “ular”, otomatis sudah punya arti sendiri. Begitu. Jadi sudah pasti, perkara ini sama sekali bukan perkara sepele, sama halnya jika kita menggunakan kata “mampu ular” ketika ingin menerangkan “bisa ular”. Salah total kan?
Pemahaman ini memang agak njlimet, ribet, dan bikin bingung, padahal seolah sangat sederhana ya? tetapi imbuhan preposisi “in” itu bisa mengubah segalanya. Yup, terkadang memang kita melewatkan hal sederhana tapi sesungguhnya esensial.
-
Archives
- August 2008 (3)
- July 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS